1. jelaskan perbedaan orang yang berilmu dan tidak berilmu2.sebutkan hikmah beriman kepada allah swt 3.bagaimana cara sholat makmum yang tertinggal baccan al fatihah imam 4.sebutkan etika mencari ilmu 5.apa perbedaan hadast dan najis

1. Perbedaan orang yang berilmu dan tidak adalah memiliki derajat lebih tinggi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dibandingkan yang tidak. Sebagaimana FirmanNya di dalam surat Az Zumar ayat 9 yang berbunyi:

 

  • قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

 

2. Berikut ini adalah hikmah beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu:

  • Menyadari bahwa hidup ini memiliki tujuan, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar bisa kembali ke SurgaNya kelak.
  • Meyakini bahwa segala perbuatan kita baik itu amal shaleh dan amal keburukan selalu ada yang mengawasi dan pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.
  • Percaya terhadap apapun yang terjadi di dunia ini sudah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga tidak akan kecewa dengan apapun yang terjadi.
  • Menghilangkan rasa sombong, dikarenakan kita tahu bahwa hanya Allah lah yang Maha memiliki segalanya.

3. Cara sholat makmum yang tertinggal bacaan Al Fatihah adalah dengan segera takbiratul ihram dan mengikuti gerakan imam pada saat itu. Selama imam masih belum bangkit mengucapkan “Sami Allahu….” dari rukunya, maka kita mendapatkan 1 rakaat. (Singkatnya seperti itu).

 

4. Etika mencari Ilmu atau adab mencari Ilmu diantaranya adalah:

  • Mengikhlaskan niat semata mata hanya mencari keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  • Bersungguh-sungguh dalam mencari Ilmu.
  • Mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh.
  • Menyebarkan ilmu yang kita miliki.
  • Selalu tawadhu dengan Ilmu yang kita miliki.
BACA JUGA:   Mengapa kita harus memiliki sifat jujur?

 

5. Perbedaan antara hadats dan najis adalah:

  • Hadats secara bahasa artinya: terjadinya sesuatu. Sedangkan secara istilah, hadats adalah keadaan yang mewajibkan wudhu atau mandi jika seseorang hendak shalat. Contoh hadas adalah saat junub, wanita haid, nifas dan sebagainya. Jadi intinya hadats ini adalah kotor secara maknawi.
  • Najis adalah benda atau kotoran yang nampak. Contoh terkena air kencing, terkena kotoran, terkena jilatan 4njing, B4bi dan lainnya.

 

Pembahasan

Thaharah atau secara bahasa berarti bersuci atau bersih dan membebaskan diri dari kotoran dan najis. Sementara menurut istilah (syara), Thaharah berarti menghilangkan hukum hadats untuk menunaikan shalat atau ibadah lainnya.