10 contoh contoh fiil madhi dan fiil mudhari’?

Berikut adalah 10 contoh fiil madhi dan mudhori  

Fiil Madhi/Kata kerja lampau :

1. كتب (kataba) = Menulis

2. شرب (syariba) = Minum

3. ذهب (dzahaba) = Pergi

4. خرج  (khoroja) = Keluar

5. دخل  (dakhola) = Masuk

6. أكل (akala) = Makan

7. نام  (naama) = Tidur

8. جلس (jalasa) = Duduk

9. قرأ (qoro’a) = Membaca

10. لبس (labasa) = Memakai

 

Fiil Mudhori’/Kata kerja sedang atau akan terjadi :

1. يُكْتُبُ  = Sedang atau akan Menulis

2. يَشْرِبُ  = Sedang atau akan Minum

3. يَذْهَبُ  = Sedang atau akan pergi

4. يخرج = Sedang atau akan keluar

5. يدخل = Sedang atau akan masuk

6. يَأْكُلُ = Sedang atau akan makan

7. ينام = Sedang atau akan tidur

8. يَجْلِسُ  = Sedang atau akan duduk

9. يَقْرَأُ  = Sedang atau akan membaca

10. يلبس = Sedang atau akan memakai

 

Pembahasan

Fi’il adalah Kata Kerja .

فعل : هو كلمة دلت على معنى في نفسها مقترنه بزمن

(al-fi’lu: huwa kalimatun dalatt ala ma’na fii nafsihaa mugtarinah bizamanin)

“Fi’il : yaitu kalimat yang menunjukan makna disertai dengan waktu”

Contoh :

1. فَعَلَ = bekerja

2. ضرب = memukul

3. فتح = membuka

 

Fi’il Berdasarkan Waktuna terbagi jadi 3 :

1. Fi’il Madhi yaitu kata kerja yang menunjukan waktu sudah terjadi

Contoh : ضرب  (dhoroba, memukul.

2. Fi’il Mudhori’ yaitu kata kerja yang menunjukan waktu akan/sedang terjadi

Contoh : يضرب، yadhribu, sedang memukul.

3. Fi’il Amr yaitu kata kerja perintah

Contoh : اضرب، افتح، افعل (idrib,iftah,if’al) pukulah, bukalah , lakukanlah

 

Pada Kata kerja atau Fiil terdapat empat tandanya :

 

1. Didahului oleh huruf قَدْ (Sunggung / Terkadang)

Semua lafadz yang didahuli huruf قَدْ adalah fi’il.

Contoh: قَدْ قَامَتِ الصَّلاَهُ maka lafadz قامَتِ adalah fi’il

 

2. Didahului oleh huruf سَ (Akan)

Seluruh kata yang didahului huruf س adalah fi’il.

Contoh: كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ (An-Naba: 4), maka kata يَعْلَمُوْنَ merupakan fi’il

 

3. Didahului oleh huruf سَوْفَ artinya sama dengan س, yaitu akan

Contoh: كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ , maka kata نَعْلَمُوْنَ merupakan fi’il

 

4. Diakhiri oleh huruf تْ ta’nits yang berharokat sukun

Contoh: قَدْ قَامَتْ الصّلَاهُ, maka kata قَامتْ merupkana fi’il