Apa Itu Gore? Semua yang Perlu Kamu Tahu

Assalamu’alaikum teman-teman! Siapa sih di antara kalian yang sudah pernah mendengar atau membaca tentang “Gore”? Ya, Gore menjadi salah satu topik yang sedang ramai dibicarakan di kalangan anak muda belakangan ini. Kata “Gore” sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang artinya “darah”. Di Indonesia, Gore kerap identik dengan konten-konten yang berbau horor seperti video prank, film pendek, hingga game-game yang mengerikan. Nah, bagi kalian yang penasaran dan ingin tahu lebih lanjut tentang Apa itu Gore dan apa dampaknya, simak terus artikel ini ya!

Apa Itu Gore?

Apa Itu Gore?

Gore adalah sebuah istilah dalam dunia film, permainan video, novel, komik, dan media kreatif lainnya. Istilah ini merujuk pada unsur kekerasan dan adegan berdarah yang seringkali disajikan secara eksplisit dalam sebuah karya. Dalam kata lain, gore adalah gambar atau adegan yang menyajikan kekerasan secara visual dan mencolok.

Istilah gore berasal dari kata graphic violence atau kekerasan gambar. Istilah ini digunakan untuk memberikan keterangan kepada orang mengenai isi dari karya atau film tersebut. Biasanya, karya yang bersifat gore mengandung unsur kekerasan secara ekstrem seperti penyiksaan, pembantaian, mutilasi, atau adegan aksi berdarah yang lainnya.

Sejarah Gore

Gore bukanlah istilah baru dalam dunia hiburan. Sejarah gore dapat ditelusuri dari film-film horor dan slashers pada era 1960-an hingga 1970-an. Saat itu, film seperti Psycho dan Texas Chain Saw Massacre menghadirkan adegan aksi yang sangat mengerikan namun masih cukup ramah bagi penonton. Kemudian pada era 1980-an, aksi kekerasan dalam film menjadi lebih mengerikan dengan peningkatan pemakaian efek visual dan suara alami yang lebih nyata.

Sepanjang waktu, banyak film-film yang berupaya untuk mengangkat genre gore menjadi lebih kuat dan lebih mengerikan bagi penontonnya. Film seperti Evil Dead, The Thing, dan The Evil Dead II menjadi film yang sangat populer di kalangan penggemar genre ini. Meski demikian, banyak juga orang yang melarang film-film yang bersifat gore karena dianggap menyajikan kekerasan yang mengerikan dan tidak pantas ditonton umum.

Kehebohan Gore dalam Dunia Game

Salah satu aspek yang paling kontroversial dari gore adalah adanya permainan video yang menggunakan unsur gore sebagai daya tarik utama. Game seperti Mortal Kombat dan Doom menghadirkan adegan- adegan berdarah dan kekerasan yang sangat eksplisit.

Beberapa orang menganggap bahwa permainan video yang bersifat gore memiliki dampak buruk pada psikologis pemain, terutama pada anak-anak. Namun, penelitian tentang dampak permainan video yang bersifat gore terhadap psikologis manusia masih menimbulkan kontroversi di kalangan para ahli.

Meski demikian, banyak pecinta game yang memilih untuk memainkan game yang bersifat gore karena dinilai memberikan pengalaman bermain yang lebih menegangkan.

Kontroversi Gore dalam Seni dan Sastra

Tidak hanya di film dan game saja, gore juga sering muncul dalam media lainnya seperti novel atau manga. Beberapa karya seperti The Silence of the Lambs atau Battle Royale menggunakan unsur gore sebagai bagian integral dari cerita.

Namun, banyak juga orang yang menilai bahwa penggunaan gore dalam karya sastra atau seni terlalu berlebihan dan tidak pantas dijajakan ke publik. Beberapa penulis dan seniman memilih untuk memasukkan unsur kekerasan dalam karya mereka untuk menunjukkan betapa mengerikan kekerasan dan perang bisa berdampak buruk bagi manusia.

Akan tetapi, banyak pihak yang berargumen bahwa penggunaan gore dalam karya seni dan sastra tidak hanya berlebihan, tetapi juga merusak moral dan etika manusia. Meski demikian, sejauh ini kontroversi mengenai penggunaan gore dalam seni dan sastra masih terus berlangsung hingga saat ini.

Kesimpulan

Gore adalah sebuah istilah dalam dunia hiburan yang mengacu pada unsur kekerasan dan adegan berdarah yang disajikan secara eksplisit. Gore bukanlah istilah baru dalam dunia hiburan dan sudah sering muncul dalam berbagai bentuk media seperti film, game, novel, manga, dan lainnya.

Sebagai sebuah genre, gore seringkali menimbulkan kontroversi di kalangan para penikmat hiburan. Ada yang menyukai gore karena memberikan sensasi menegangkan bagi penonton, tetapi ada juga yang menilai penggunaan gore terlalu berlebihan dan menyuguhkan adegan yang tidak pantas ditonton. Meski begitu, kontroversi mengenai penggunaan gore dalam media hiburan masih akan terus ada hingga waktu yang tidak terbatas.

Gore: Konten Yang Membuat Geger

Gore atau konten yang memperlihatkan gambaran kekerasan dan kengerian, selalu memicu perdebatan dan kontroversi. Banyak yang berpendapat bahwa konten ini tidak pantas untuk ditampilkan di hadapan publik karena bisa memicu kekerasan dan trauma pada penontonnya. Namun, ada juga yang menilai konten gore sebagai salah satu bentuk seni dan hiburan, seperti pada film horor.

Bagi sebagian orang, menjadi penonton konten gore dapat menyebabkan peningkatan ketertarikan terhadap dunia kekerasan dan menyebabkan pemirsa cenderung melakukan tindakan kekerasan dalam kehidupan nyata. Mereka berpendapat bahwa konten gore dapat mempengaruhi perilaku seseorang dan memicu tindakan kekerasan. Dalam beberapa kasus, orang yang telah menyaksikan konten gore tidak mampu membedakan antara realitas dan dunia maya.

BACA JUGA:   Apa Itu Motivasi dan Bagaimana Meningkatkannya?

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa konten gore dapat dijadikan sebagai bentuk seni dan hiburan yang sah. Banyak seniman, pembuat film, dan penulis yang memilih untuk menggambarkan kekerasan dalam konten mereka sebagai bentuk ekspresi kreatif. Mereka menyebut bahwa konten gore ini dapat berguna untuk mengungkapkan rasa sakit, ketakutan, atau kesedihan melalui karya mereka, meskipun dengan cara yang kontroversial.

Tidak hanya di lingkungan seni, konten gore juga menjadi topik diskusi yang sering muncul dalam dunia video game dan hiburan digital. Banyak game yang menampilkan konten kekerasan dan gore sebagai bagian dari alur cerita di dalam game. Meskipun banyak orang menilai itu sebagai tindakan yang sangat kontroversial, tetapi tetap dalam batas-batas hukum dan etika dewasa.

Kontroversi seputar Gore

Konten gore memang memicu reaksi dan perdebatan yang kuat, terutama di kalangan masyarakat yang sensitif terhadap tontonan kekerasan. Berikut beberapa sisi kontroversi yang terkait dengan konten gore:

Pemicu Tindakan Kekerasan

Salah satu sisi hitam konten gore adalah kemampuannya untuk memicu tindakan kekerasan pada penontonnya. Banyak studi telah menunjukkan bahwa penonton yang sering terpapar konten gore cenderung lebih mudah terpengaruh oleh tindakan kekerasan dan perilaku agresif daripada mereka yang tidak terpapar.

Dalam beberapa kasus kejahatan, konten gore kerap kali dijadikan sebagai alasn untuk melancarkan tindak kekerasan. Misalnya, pelaku pengeboman, pembunuhan, dan kejahatan serupa, kerap kali mengaku terinspirasi oleh film, game, atau komik dengan konten gore sebagai alasan untuk melakukan kejahatan mereka.

Pilihan Kreatif

Banyak seniman dan pembuat film yang memilih untuk menggunakan konten gore sebagai bentuk kreatif ekspresi. Mereka berpendapat bahwa dunia seni dan film adalah wadah yang sah dan etis untuk menggambarkan kekerasan dalam konten mereka. Sebagai contoh, film horor yang menggunakan konten gore sebagai elemen penting dalam ceritanya.

Pada akhirnya, penggunaan konten gore sebagai bentuk ekspresi kreatif ini bergantung pada pandangan individu dan norma sosial yang berlaku. Namun, harus diingat bahwa setiap bentuk kreatif harus mempertimbangkan dampaknya pada pemirsa dan masyarakat.

Etika dan Moralitas

Konten gore juga seringkali menimbulkan pertanyaan seputar etika dan moralitas. Apakah pantas untuk menampilkan gambaran rasa sakit dan sadisme pada publik lewat media massa dan hiburan? Apakah kita tidak merendahkan martabat manusia dengan menampilkan konten gore sebagai bentuk hiburan?

Di sisi lain, konten gore juga bisa menunjukkan sudut pandang yang berbeda. Banyak karya yang menggunakan konten gore untuk menghormati korban tindakan kekerasan, misalnya, dalam bentuk film atau lukisan yang menyampaikan pesan tentang kelebihan manusia dalam melawan kehidupan yang keras atau korban kekerasan secara universal.

Jadi, sekalipun memang kontroversial, namun masih banyak sisi lain tentang konten gore yang tidak bisa kita abaikan begitu saja.

Tempatnya Konten Gore

Konten gore menjadi semakin populer di internet dalam beberapa tahun terakhir. Situs web yang menampung konten gore ini biasanya memiliki peringkat konten dewasa dan hanya bisa diakses oleh orang yang sudah melewati batas usia tertentu. Situs web ini biasanya dibuat oleh pengguna, dan kontennya sering kali sangat grafis dan sulit dipandang bagi beberapa orang.

Selain di situs web, konten gore juga dapat ditemukan di media sosial. Meskipun platform seperti Instagram dan Facebook memiliki aturan yang ketat tentang konten dewasa, konten gore kadang-kadang masih bisa ditemukan di sana. Biasanya konten ini muncul dalam bentuk gambar atau video pendek yang menampilkan kekerasan atau penderitaan fisik.

Permainan video juga bisa menjadi tempat untuk menemukan konten gore. Beberapa game yang terkenal di antara pecinta konten gore seperti Manhunt, Postal, dan Mortal Kombat. Game-game ini menampilkan adegan kekerasan dan banyaknya darah.

Banyak orang tertarik dengan konten gore karena rasa ingin tahu atau karena mereka ingin menambahkan sensasi ketegangan atau ketakutan dalam hidup mereka. Namun, terdapat juga orang yang merasa konten ini sangat mengganggu dan tidak pantas untuk dilihat.

Ketika mengakses konten gore, penting untuk memastikan bahwa situs web atau platform media sosial yang digunakan memiliki aturan dan saringan yang ketat. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko terpapar pada konten yang tidak pantas atau kasar.

Dalam kaitannya dengan game video yang mengandung unsur gore, orang tua perlu memperhatikan batasan usia pada game yang ditawarkan kepada anak-anak mereka. Pemeriksaan usia game juga sudah tercantum di cover belakang dari game tersebut. Penting untuk memastikan bahwa anak-anak tidak terpapar pada jenis konten seperti itu terlalu dini dan tidak pantas untuk usia mereka. Orang tua harus membuat keputusan bijak tentang konten yang mereka izinkan anak-anak mereka untuk melihat atau mainkan.

Terlepas dari keinginan seseorang untuk mencari atau menghindari konten gore, penting untuk mengingat bahwa itu bukan sesuatu yang boleh dianggap enteng. Konten tersebut dapat memicu stres emosional atau bahkan PTSD untuk beberapa orang, dan harus diperlakukan dengan sensitivitas dan kehati-hatian.

BACA JUGA:   Berikut ini adalah contoh jaringan yang benar adalah, kecuali?

Etika dan Konsiderasi Hukum

Gore atau konten yang memuat banyak adegan kekerasan dan pelecehan sangat rentan dengan kontroversi. Sebelum membuat atau mengonsumsi konten ini, kita perlu mempertimbangkan etika dan masalah hukum yang menyertainya.

Etika dalam pembuatan konten gore

Dalam pembuatan konten gore, ada etika yang perlu dipertimbangkan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat. Etika yang pertama adalah konsistensi. Konten gore yang bertujuan untuk hiburan saja sebaiknya tidak mengandung unsur ketidakadilan, diskriminasi, atau pelecehan kepada golongan tertentu. Sebaliknya, konten-konten itu harus menyertakan nilai-nilai seperti keadilan, persamaan, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Etika kedua adalah korelasi dengan kenyataan. Konten gore terlalu realistis kemungkinan akan menimbulkan trauma dan kecemasan, terutama bagi yang masih belia atau memiliki masalah mental. Oleh karena itu, konten seperti ini harus dikemas dengan cara yang cukup mencair dan jauh dari perasaan gelap dan penuh kebencian. Selain itu, pembuatan konten gore juga harus diiringi dengan upaya untuk meningkatkan sadar sosial untuk mencegah adegan cauli dan kekerasan yang sebenarnya.

Konsiderasi hukum dalam produksi konten gore

Terkadang orang juga sering menggunakan produksi konten gore sebagai alat kampanye atau pencitraan. Namun, dalam hal ini, produksi konten gore harus memenuhi syarat konsiderasi hukum. Setiap negara memiliki aturan yang berbeda, sesuai dengan aturan yang berlaku pada wilayah atau negara itu.

Di Indonesia, konten gore merupakan pelanggaran hukum dan dilarang. Pada tahun 2018, pihak berwenang menangkap empat orang yang terlibat dalam produksi dan distribusi konten gore. Namun, jika konten gore digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya kampanye tertentu atau testimoni untuk menyampaikan pesan moral, maka Anda perlu melihat aturan yang berlaku untuk memastikan hal tersebut tidak melanggar hukum.

Sebagai kesimpulan, konten gore mengandung banyak risiko dan bahaya jika tidak dibuat dan dikonsumsi dengan hati-hati. Sebelum membuat dan mengonsumsi konten gore, penting untuk mempertimbangkan etika dan masalah hukum yang menyertainya. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi dampak negatif bagi masyarakat serta meminimalisir pelanggaran hukum atas konten yang dibuat.

Apa Itu Gore?

Gore biasanya mengacu pada konten atau gambar yang sangat mengerikan dan brutal, seperti adegan pemotongan atau pembunuhan. Konten ini sering kali memicu rasa tidak nyaman dan ketakutan pada orang yang terpapar. Banyak orang sangat tidak suka dengan konten ini karena berpotensi mempengaruhi kesehatan mental mereka. Sejak munculnya internet dan media sosial, konten gore mudah ditemukan dan dengan mudah menjalar ke berbagai situs dan platform online.

Apa Bahayanya Dari Terpapar Konten Gore?

Terpapar konten gore dapat berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang. Berbagai riset seperti yang dilakukan oleh Italian National Research Council for the Prevention and Repression of Antisocial Behaviour and Advancement of Mental Health, membuktikan bahwa terpapar eksposur kekerasan fisik secara berulang dapat memicu dampak negatif pada tingkat agresivitas dan kognisi dan fungsi interpersonal orang tersebut. Kekhawatiran yang meluas mengenai konten gore adalah bahwa paparan berlebihan dapat menyebabkan trauma psikologis, gangguan kecemasan, dan konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan mental manusia. Di sinilah perlu adanya penanganan untuk melindungi pengguna internet dari eksposur yang membahayakan kesehatan mental manusia.

Bagaimana Konten Gore Mudah Disebarluaskan?

Konten gore dapat dengan mudah menjadi viral di media sosial. Seperti yang terjadi pada tahun 2020 yang lalu, ketika penayangan video hewan mati membeku di belakang truk saat perjalanan panjang di media sosial menjadi viral di Indonesia. Banyak orang terpana dengan konten tersebut, namun terdapat juga yang merasa sangat tidak nyaman hingga merasa trauma. Kekhawatiran ini tidak hanya terjadi pada konten-konten kasus di Indonesia, tetapi juga di negara lain. Konten yang sangat mengerikan bisa tersebar sangat cepat dengan mudah melalui internet, seperti video dan foto yang disebarkan melalui media sosial, aplikasi pesan, atau situs web.

Apa Upaya yang Bisa Dilakukan Untuk Mengatasi Konten Gore di Media Sosial?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari blokiran konten gore di media sosial:

1. Mengaktifkan Filter Konten Gore

Salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya eksposur gore di medsos adalah dengan mengaktifkan fitur filter di platform media sosial. Beberapa situs web, seperti Facebook, Instagram, dan YouTube, memiliki filter yang memfilter konten yang dianggap mencurigakan atau mengerikan. Pengguna dapat mengaktifkan filter ini dengan memilih opsi pada menu “Pengaturan”.

2. Memblokir Akun Yang Berisikan Konten Gore

Jika menemukan akun di media sosial yang berisi konten gore, blokirlah akun tersebut sesegera mungkin. Caranya, pilih profil akun yang ingin diblokir, tekan tombol “Blokir” atau “Laporkan” pada menu yang tersedia. Selain itu, media sosial juga menyediakan fitur “Laporkan Konten” untuk konten-konten yang dianggap melanggar aturan atau berpotensi membahayakan.

BACA JUGA:   Pada abad ke 5 telah terdapat pengaruh Hindu dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Buktinya adalah?

3. Berhenti Mengikuti Akun yang Tidak Sesuai Dengan Konten Yang Diinginkan

Pengguna dapat memilih untuk menghentikan langkah mengikuti akun yang tidak sesuai dengan konten yang diinginkan atau dianggap merugikan. Mengikuti akun-akun yang memposting konten aktif dapat memicu kesenjangan informasi di kepala dan menyebabkan trauma bila konten tersebut mengandung unsur gore

4. Mempertimbangkan Aplikasi Kontrol Orang Tua

Orang tua dapat mempertimbangkan untuk memasukkan aplikasi pengawas media sosial sebagai upaya terakhir. Aplikasi ini dapat menjadi kontrol orang tua terhadap yang diakses oleh anak-anak mereka di media sosial. Sebelum melakukan tindakan ini, orang tua harus mengetahui aturan yang digunakan oleh media sosial dan bagaimana menyaring konten yang diposting di media sosial.

5. Menyaring kata kunci yang Tidak Ingin Ditemukan

Pengguna juga bisa mencoba mengefilter kata-kata kunci pada browser dengan memasukkan menu pilihan “Safe Search / Safe Browsing” pada kolom pencarian di browser. Keamanan ini membantu penggunanya untuk terhindar dari paparan konten gore atau konten dewasa dan menjamin kesehatan mental.

Artikel Terkait