Tuliskan cara pengolahan sampah kaleng minuman dengan recycle!

Cara pengolahan sampah kaleng minuman dengan recycle adalah:

1. Kaleng dibersihkan dari sisa minuman

2. Kaleng dipotong kecil-kecil untuk menghilangkan lapisan pewarna menghapus lapisan berwarna

3. Potongan kaleng dipanaskan hingga meleleh

4. Lelehan logam dari kaleng dimasukkan dalam cetakan dan siap diolah menjadi produk baru

Pendahuluan:

Daur ulang (recycle) adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah, yang masih dapat menjadi sesuatu yang berguna.

Recycle pada kaleng berbeda dengan reuse, dimana reuse biasanya berupa penggunaan kembali seperti kaleng yang digunakan sebagai tempat pensil atau pot bunga.

Pembahasan:

Daur ulang merupakan satu dari tiga cara dalam pengurangan sampah, selain penggunaan ulang (reuse) dan pengurangan penggunaan (reduce). Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik.

Bahan limbah dan polutan yang perlu di daur ulang biasanya adalah barang yang tidak dapat langsung digunakan ulang lagi (reuse).

Banyak produk makanan dan minuman saat ini dikemas dalam kaleng yang terbuat dari aluminium atau timah dan kedua bahan ini dapat didaur ulang untuk membuat kaleng baru atau produk lainnya.

Saat mendaur ulang, pertama kaleng dibersihkan dari sisa minuman, karena bahan minuman seperti gula dan pewarna dapat mencemari proses daur ulang. Kemudian kaleng dipotong kecil-kecil dengan mesin, sehingga terlepas dari bagian luar pewarna atau labelnya.

Kemudian kaleng dipanaskan pada suhu tinggi, agar logam penyusunnya meleleh. Logam utama dalam kaleng adalah aluminium.

BACA JUGA:   Untuk mencapai peluang usaha diperlukan?

Suhu yang diperlukan untuk daur ulang aluminium lebih rendah dari suhu untuk mengolah alumninioum dari biji bauksit. Sehingga daur ulang aluminium sangat ramah lingkungan. Untuk mendaur ulang suhu pemanasan yang diperlukan adalah 600 °C, sedangkan untuk mengekstrak aluminium yang ditambang dari bijihnya membutuhkan 900 °C.

Logam Aluminium cair hasil pemanasan kemudian dituangkan ke dalam cetakan ingot untuk dibentuk. Setiap ingot dapat dibuat dari sekitar 1,5 juta kaleng.

Mendaur ulang kaleng dapat mengurangi jumlah bahan baku yang diperlukan untuk menghasilkan produk baru, dan dapat mengurangi pencemaran di lingkungan.